عربي English עברית Deutsch Italiano 中文 Español Français Русский Indonesia Português Nederlands हिन्दी 日本の
Knowing Allah
  
  

Under category Abu Bakar as shiddiq ra.
Creation date 2007-11-20 05:07:29
Article translated to
العربية   
Hits 7437
kirim halaman ini ke teman anda
العربية   
kirim halaman ini ke teman anda Print Download article Word format Share Compaign Bookmark and Share

   

 

di utusnya usamah bin zaid ra.

(sebagai pemimpin pasukan islam menuju ke syam)

 

pendahuluan

      meninggalnya rasulullah saw. adalah suatu musibah yang sangat  menyedihkan yang di alami oleh seluruh sahabat, kemudian setelah itu sempurnalah pengangkatan abu bakar ra. sebagai khalifah bagi orang-orang muslim, beliau adalah khalifah pertama setelah rasulullah saw. wafat, seluruh orang-orang muslim sepakat untuk membai'atnya dan mendukungnya, sehingga pada malam itu juga (di hari wafatnya rasulullah saw.) beliau terangkat menjadi khalifah, di pagi hari selasa, 13 rabi'ul awal di bai'atlah abi bakar ra. sebagai khalifah untuk orang-orang muslim.

      setelah rasulullah saw. wafat, langsung terjadi sebuah fitnah di jazirah arab, sebuah fitnah yang sangat besar sekali yang pernah di lalui oleh umat islam, seolah-olah allah swt. menguji kaum tersebut, pertama mereka di uji dengan wafatnya rasulullah saw. kemudian kedua dengan kejadian yang sangat besar tersebut, namun segala puji bagi allah swt. mereka masih tetap bersabar menghadapi ujian yang sangat besar tersebut. dan fitnah yang besar tersebut ialah:

 

 

 

 

fitnah kemurtadan

      ketika orang-orang jazirah arab mengetahui berita wafatnya rasulullah saw. merekapun langsung membatalkan janji mereka, dan meninggalkan agama mereka (murtad atau keluar dari agama islam), dari negeri-negeri yang terdapat di jazirah arab hampir semuanya murtad, kecuali hanya tiga kota saja dan satu kampung.

      telah murtad kabilah bani hanifah, bani asad, abas, dzibyaan, qudha'ah, kanadah, dan tamim, kabilah yaman, oman, bahrain, mehrah, tahaamah dan masih banyak lagi kabilah-kabilah yang lain, dan tidak ada satupun negeri yang tetap dalam agama islam kecuali madinah al munawwarah, makkah dan thaif, serta kampung juwaatsi di bagian timur jazirah arab, dan di negeri-negeri inipun kecuali madinah al munawwarah hampir saja terjadi kemurtadan sekiranya allah swt. tidak menenangkan dan menguatkan penduduk mereka dengan orang-orang jujur di antara mereka.

      makkah sudah terancam dengan kemurtadan, orang ramai membicarakan masalah kemurtadan, sehingga kebanyakan dari mereka menginginkan hal tersebut, kemudian allah swt. mentakdirkan untuk mereka seseorang yang berdiri dan berpidato, yaitu suhail bin amru ra., beliau juga baru masuk islam, beliau memeluk agama islam pada hari fathu makkah, ketika beliau di tawan pada perang badar, umar ra. ingin mencabut  giginya agar ia tidak bisa lagi berpidato, untuk menyerang rasulullah saw. sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya, akan tetapi rasulullah saw. bersabda:

"wahai umar! biarkanlah ia, boleh jadi ia akan berbuat sesuatu yang di ridhai oleh allah swt. dan rasul-nya".

      maka ketika terjadi kemurtadan, suhail bin amru ra. berdiri dan bepiadato di hadapan mereka (penduduk makkah) dengan pidato yang sangat menakjubkan sekali di kabbah, beliau memperingati orang-orang agar jangan murtad, dan tetap berpegang teguh pada tali agama allah swt., dan kepada rasul-nya, dan beliau berkata kepada mereka:

"kalian adalah orang-orang yang paling akhir masuk islam, maka janganlah kalian menjadi orang-orang yang paling pertama berubah dan mengganti (perjanjian), sesungguhnya muhammad saw. adalah seorang nabi, dan allah swt. telah berfirman:

"muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada allah sedikitpun, dan allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur". (qs. ali 'imraan: 144).

       sebuah ayat yang sama yang di bacakan oleh abu bakar ra. di madinah , beliau juga membacanya di makkah, maka orang-orangpun menjadi tenang kembali, dan mereka tidak jadi murtad, oleh karena itu mereka semua berada pada timbangan kebaikan orang ini (suhail bin 'amru ra.).

      adapun kota ketiga yang tidak murtad dan tetap beriman adalah thaif, hal ini adalah suatu yang sangat mengherankan sekali, penduduk thaif sangat kasar sekali kepada rasulullah saw. ketika rasulullah saw. mengunjungi tempat tersebut di tahun ke 10 atau ke 11 setelah beliau saw. di utus menjadi rasul, dan setelah khadijah ra. meninggal,  dan pamannya abu thalib, maka rasulullah saw. berangkat ke thaif berharap di sana ada orang yang dapat menolongnya, akan tetapi yang terjadi sebaliknya beliau saw. di tolak dengan penolakan yang sangat kasar, mereka melempari rasulullah saw. dengan batu sehingga kedua kaki beliau berdarah, kemudian setelah itu rasulullah saw. tidak menyetujui malaikat penjaga gunung untuk menghantam mereka dengan dua gunung besar (hal ini di tawarkan oleh malaikat tersebut), rasulullah saw. bersabda:

"semoga keluar dari tulang rusuk mereka, orang-orang yang menyembah allah swt. , meng-esa-kan-nya dan tidak menyukutukan-nya sedikitpun".

      sebagaimana harapan rasulullah saw. mereka semua tetap kokoh dalam keimanan, allah swt. menjadikan dari tulang rusuk mereka orang-orang yang beriman kepada allah swt., dan yang beriman kepada rasulullah saw., sehingga kota thaif tetap kokoh dengan keimanannya.

      inilah ketiga kota atau negeri yang tetap dalam islam, adapun kampung yang di maksud adalah kampung kecil yang di sebut juwaatsi terletak di daerah bahrain, dan masih ada serta di kenal dengan namanya sampai sekarang, daerah  bahrain telah murtad secara keseluruhan (perlu di perhatikan bahwa yang di maksud dengan bahrain di sini bukan negeri bahrain yang ada sekarang), tetapi yang di maksud adalah seluruh bagian timur jazirah arab, daerah inilah yang secara kesuluruhan telah murtad, dan tidak ada yang tetap kokoh dalam islam kecuali kampung juwaatsi.

      dengan karunia allah swt. , allah swt. telah mentakdirkan untuk kampung tersebut seorang yang bernama al jaarud bin amru ra., laki-laki ini berdiri dan berpidato di hadapan orang-orang, beliau mengajak mereka untuk tetap beriman kepada allah swt. dan rasul-nya, baik beliau masih hidup atau telah mati, dengan pidato beliau orang-orangpun tetap dalam keimanan mereka, dan semuanya insya allah berada di dalam timbangan kebaikan beliau juga.

      maka kampung kecil ini tetap dalam keimanan mereka, ketika mereka tetap kokoh dalam keimanan mereka maka ia di kepung oleh kaum yang lalim dan murtad dari kaum bahrain, mereka tidak memberi penduduk kampung juwaatsi makanan sehingga hampir saja mereka binasa, sampai allah swt. menolong mereka.

 

 

 

nikmat abu bakar ra.

      hampir saja fitnah yang sangat besar ini mempunyai pengaruh yang sangat besar dan membahayakan, seandainya allah swt. tidak memberikan karunia kepada umat pada waktu itu dengan karunia yang sangat besar, karunia itu ialah abu bakar ra.

      abu bakar ra. adalah karunia yang sangat besar terhadap umat ini, allah swt. mengokohkan umat ini dengan abu bakar ra., dengannya agama dan al qur'an tetap terjaga, dan beliau memerangi orang-orang musyrik dan yang murtad.

      kita tidak boleh melupakan bahwasanya musibah kemurtadan datang setelah beberapa hari terjadinya musibah yang sangat besar,  yaitu wafatnya rasulullah saw. dan sudah pasti apa yang di rasakan oleh abu bakar ra. sangat sakit dan menyedihkan,  karena beliau adalah sahabat dekat rasulullah saw. maka beliau sangat sedih dengan wafatnya rasulullah saw, akan tetapi allah swt. telah memberinya karunia kebulatan tekad dan kekuatan iman, kebulatan tekad dan iman adalah merupakan karunia yang sangat besar, tidak akan di berikan kecuali kepada orang yang benar-benar beriman.

allah swt. berfirman:

"allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki". (qs. ibrahim: 27).

      kemurtadan orang-orang jazirah arab beraneka ragam diantaranya ada yang menolak zakat, dan menganggap bahwasanya zakat hanya di berikan kepada rasulullah saw. secara pribadi, dan setelah rasulullah saw. wafat kewajiban zakat juga telah berakhir, demikianlah menurut anggapan mereka.

mereka telah menta'wil (menafsirkan) firman allah swt:

"ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan allah maha mendengar lagi maha mengetahui". (qs. at taubah: 103).

      mereka mengatakan: sesungguhnya rasulullah saw. adalah orang yang di perintahkan untuk mengambil zakat, dan sedekah, dan beliaulah yang berdo'a untuk mereka, dan dengan meninggalnya rasulullah saw. maka tidak ada lagi do'a buat mereka".

      tentu saja mereka keliru dalam memahami maksud ayat tersebut, sehingga membuat orang akan semakin cinta kepada harta dengan berlebihan, dan selalu menginginkan harta dan kekuasaan, penafsiran tersebut tidak di dasari dengan ilmu atau dengan ijtihad yang benar yang dapat di terima, karena zakat adalah rukun dari rukun-rukun islam, dan sudah pasti di ketahui dalam agama islam, mempunyai nisab yang di kenal, dan nilai yang di keluarkan dari harta tersebut terbatasi.

      zakat di barengkan dengan shalat penyebutannya dalam al qur'an berulang-ulang kali, oleh karena itu orang yang mengingkari kewajiban zakat yang sudah menjadi rukun dari rukun-rukun islam adalah termasuk orang yang murtad keluar dari agama islam, berpisah dari jama'ah (kelompok islam), sama adanya ia masih mengakui shalat, puasa atau selainnya  dari hukum-hukum islam yang ada atau tidak mengakaui.

      tentu permasalahan ini hukumnya berbeda dengan orang yang mengetahui dan mengakui bahwa mengeluarkan zakat pada harta itu wajib, akan tetapi karena imannya yang masih lemah sehingga ia tidak mengeluarkannya, dan ia tidak menghalalkan hal tersebut (maksudnya tidak menghalalkan bahwa tidak mengeluarkan zakat pada harta itu tidak mengapa), orang yang seperti ini menurut mayoritas ahli fiqhi tidak di kategorikan sebagai orang yang murtad, akan tetapi mereka di golongkan sebagai orang yang fasik, dan perlu di berikan suatu hukuman atau ta'zir sesuai dengan kebijaksanaan penguasa atau pemerintah.

      pada waktu itu banyak dari kabilah-kabilah arab yang menolak untuk tidak menunaikan zakat, mereka benar-benar menolak untuk menunaikan zakat, dan mereka memberikan syarat bahwa mereka akan tetap pada islam tanpa wajib berzakat..oleh karena itu mereka di hukumkan sebagai orang yang murtad.

      kemudian diantara orang arab ada yang meninggalkan islam secara keseluruhan, dan kembali menyembah patung sebagaimana yang telah mereka lakukan dahulu kala, kemudian mereka mengatakan suatu ucapan sehingga mereka di nilai tidak mengetahui hakikah kenabian, mereka mengatakan:

"seandainya muhammad saw. adalah seorang nabi maka ia tidak meninggal".

      rasulullah saw. sama sekali tidak pernah mengatakan di waktu beliau masih hidup, bahwa beliau tidak akan mati, bahkan beliau saw. selalu mengatakan bahwa beliau saw. adalah seorang manusia biasa dan akan mengalami sebagaimana yang di alami oleh manusia pada umumnya, cuma satu perbedaan beliau saw. dengan manusia secara umum ialah beliau saw. di datangi wahyu dari langit.

      allah swt. mengajari nabi-nya bagaimana cara berbicara dengan umatnya:

" katakanlah: sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah tuhan yang esa". (qs. al israa': 110).

      bahkan di beberapa ayat al qur'an allah swt. menjelaskan dengan secara terang-terangan bahwa muhammad saw. akan meninggal sebagaimana layaknya makhluk yang lain, sebagai berikut:

allah swt. berfirman:

"sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)". (qs. az zumar: 30).

di dalam surah yang lain allah swt. berfirman:

"muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada allah sedikitpun, dan allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur". (qs. ali 'imran: 144).

      demikianlah bahwa sesungguhnya alasan meninggalkan islam karena muhammad saw. telah wafat adalah alasan yang lemah, akan tetapi walaupun lemah tetap saja di terima oleh sebagian kabilah.

      diantara orang-orang arab ada yang hanya tidak cukup dengan murtad saja, dan tidak mengganggu orang-orang islam yang lain, akan tetapi mereka kembali menyerang orang-orang islam yang belum murtad, mereka membunuh orang-orang islam tersebut, mereka melakukan penganiyaan yang sangat biadab.

      kemudian di kalangan orang arab ada yang mengaku sebagai seorang nabi, mereka semua ingin dan tamak untuk mencapai derajat atau posisi rasulullah saw. yaitu menjadi penguasa mutlak di jazirah arab, dan pemimpin seluruh kabilah-kabilah yang ada, oleh karena itu sebagian kaum ada yang mengaku bahwa mereka telah di datangi oleh malaikat dari langit yang membawa wahyu untuk mereka, dan mengaku bahwasanya mereka adalah seorang nabi, sebagaiamana rasulullah saw. adalah seorang nabi, di antara orang yang terkenal yang mengaku sebagai nabi ialah musailamah al hanafi al kadzdzaab, aswad al 'insi, thulaihah bin khuwailid, sujah , dan selain dari mereka.

      sekalipun sebagian dari mereka tidak mengingkari kenabian rasulullah saw., akan tetapi mereka mengatakan bahwasanya kami juga adalah seorang nabi seperti beliau, dan berkongsi dalam hal tersebut, dan diantara mereka mengatakan bahwa kami adalah para nabi setelah rasulullah saw.

      demikianlah beraneka ragam jenis kemurtadan, akan tetapi pada akhirnya mereka semua adalah satu kelompok yaitu kelompok orang-orang murtad, sangat jelas mereka berbeda dengan orang-orang muslim yang jumlahnya sangat sedikit yang hanya terdapat di tiga kota dan satu kampung, dan beberapa orang dari kabilah-kabilah yang lain.

kejadian ini adalah benar-benar krisis yang sangat berbahaya.

 

 

 

sebab-sebab terjadinya kemurtadan

      sebagian orang terkadang saling bertanya dengan pertanyaan yang sangat penting, sebagai berikut:

kenapa terjadi kemurtadan dengan bentuk yang sangat menakutkan itu?

kenapa hanya sedikit yang tersisa dari orang-orang islam dan banyak yang berpaling darinya?

bukankah islam sangat jelas, suci dan menakjubkan?

bukankah pengganti yang mengaku-ngaku sebagai nabi adalah orang-orang yang lemah dan tidak masuk akal?

jika demikian terus kenapa terjadi kemurtadan?

      hal tersebut adalah termasuk dari sunnahtullah yaitu pertentangan antara yang hak dan yang batil akan senantiasa berlangsung, selama masih ada manusia di muka bumi, maka pasti ada orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat, dan akan ada orang-orang benar dan orang-orang yang batil.

      dan termasuk juga sunnahtullah bahwa orang-orang batil itu jumlahnya banyak sementara orang-orang benar sedikit jumlahnya, banyak sekali ayat-ayat al qur'an dan hadits-hadits yang menerangkan hal tersebut, dan kita telah banyak  menyaksikan kenyataan hal tersebut.

      golongan yang sedikit yang dapat mengontrol hawa nafsunya akan berjalan di jalan kebenaran, dan golongan yang banyak yang menyembah hawa nafsunya sekalipun  mereka memimpin maka mereka akan menuju kepada kebinasaan.

  "   dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap allahَََََ   qs. al an'aam: 116).

dalam surah yang lain allah swt. berfirman:

"dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya". (qs. yusuf: 103).

      hal ini adalah kaidah asli dan murni yang menguasai dunia, orang-orang yang jahat akan lebih banyak jumlahnya dari orang-orang yang benar, akan tetapi beberapa orang mengantisipasi agar bilangan orang-orang yang murtad tidak mencapai jumlah seperti ini, karena orang-orang sangat dekat masanya dengan metode rasulullah saw. yang lurus, didikannya yang agung, kepemimpinannya yang agung dan mukjizatnya yang sangat jelas.

terus kenapa?

      sebenarnya banyak dari orang-orang arab yang masuk islam pada dua tahun terakhir dari kehidupan rasulullah saw., sesuai yang di ceritakan dalam sejarah mengenai para utusan (utusan para kabilah untuk menemui rasulullah saw.), mereka tidak masuk islam kecuali karena terpesona dengan kekuasaan orang-orang islam terhadap jazirah arab, dan kemenangan mereka terhadap suku quraisy yang merupakan kabilah arab yang sangat besar, kemudian kepada hawaazin dan tsaqif, serta kabilah-kabilah arab besar lain yang terdapat di jazirah arab, maka banyak orang yang masuk islam dengan berbondong-bondong, akan tetapi tidak semuanya karena tertarik dengan islam dengan jujur dan ikhlas.

      namun maksud mereka bermacam-macam, diantara mereka ada yang masuk islam karena mengharapkan harta, ghanimah (harta rampasan perang), dan diantara mereka ada yang masuk islam karena takut dengan kekuatan islam, serta diantara mereka ada yang masuk islam tanpa ada rasa takut dan keinginan yang jujur untuk masuk islam akan tetapi mereka masuk karena ikut dengan pemimpin mereka, maka mereka masuk ke dalam islam tanpa mengetahui batasan-batasan islam, tidak mengenal fardhu-fardhunya, dan mereka tidak memahami hakikat rasulullah saw. dan hakikat risalah kenabian,  mereka tidak menjadikan al qur'an dan sunnah sebagai pedoman hidup mereka, bahkan kebanyakan orang-orang arab yang masuk islam di tahun ke 9 dan ke 10 hijriah tidak pernah melihat rasulullah saw., maka ketika rasulullah saw. wafat mereka meyakini bahwa negara islam telah runtuh dengan meninggalnya proklamatornya (muhammad saw.), sebagaimana halnya runtuhnya sesuatu yang di bangun dengan mengandalkan orang tertentu jika orang tersebut telah meninggal.

      akan tetapi rasulullah saw. telah membina suatu generasi yang sempurna yang memahami makna islam yang sebenarnya, generasi tersebut mengetahui bahwasanya keberlangsungan islam bukan karena terikat oleh orang-orang tertentu, akan tetapi karena hal alami dari islam itu sendiri yang tidak akan mati dan tidak akan runtuh, terkadang memang dia tertimpa suatu krisis, akan tetapi pasti ia akan keluar dari krisis tersebut, karena dia adalah agama allah swt. dan allah swt. pasti akan menolong agama-nya.

allah swt. berfirman:

"dialah yang telah mengutus rasulnya (dengan membawa) petunjuk (al-quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai". (qs. at taubah: 33).

      beginilah keadaan orang-orang arab yang berada di sekitar madinah, bukan hanya keadaan yang menjadi faktor cepatnya mereka berubah dan murtad akan tetapi watak mereka yang keras adalah merupakan juga faktor utama yang membuat mereka tidak mau menerima ide islam yang baik dan mulia.

      allah swt. menerangkan sifat orang-orang tersebut melalui firman-nya:

"orang-orang arab badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan allah kepada rasul-nya. dan allah maha mengetahui lagi maha bijaksana". (qs. at taubah: 97).

      beginilah allah swt. menerangkan ciri-ciri watak kaum tersebut, dan faktor lain ialah mereka tidak memahami hakikat keimanan karena mereka masuk ke dalam islam tanpa beriman dengan iman yang sebenarnya.

allah swt. berfirman menerangkan keadaan mereka:

"orang-orang arab badui itu berkata: "kami telah beriman". katakanlah: "kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada allah dan rasul-nya, dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang." (qs. al hujuraat: 14).

      mereka masuk islam dengan badan dan lidah mereka, akan tetapi hati mereka masih tetap jauh dari hakikat keimanan, oleh karena itu bukanlah suatu hal yang aneh jika mereka menjadi murtad ketika mereka merasakan bahwa negara islam telah lemah dan berkurang kekuasaannya.

      permaslahan bukan hanya terletak pada orang-orang arab awam saja, akan tetapi juga pemimpin mereka, para kabilah arab tidak terbiasa dengan kepemimpinan secara kolektif, akan tetapi pemimpin pada suatu kabilah adalah pemimpin di posisinya di kabilahnya, dia memerintah maka di taati, tidak ada yang membantah dengan perkataannya, namun secara tiba-tiba para pemimpin mereka berada dalam posisi yang sempit, dan tunduk di dalam komando islam, sekalipun mayoritas dari mereka tidak menyukai hal tersebut.

      maka ketika rasulullah saw. telah wafat mereka masing-masing mencari pemimpin mereka yang hilang, mereka menemui abdullah bin ubay bin salul yang dulu sebelum rasulullah saw. datang akan di angkat sebagai pemimpin di madinah al munawwarah, kemudian ketika rasulullah saw. telah datang, posisinya sebagai pemimpin tergeser, maka ia senantiasa mencari jalan untuk menghilangkan islam dan orang-orang muslim sekalipun ia pada dzahirnya adalah muslim juga (munafik).

      orang yang seperti abdullah bin ubay bin salul di kalangan orang arab banyak sekali, di sana terdapat musailamah al hanafy al kadzdzaab (yang mengaku sebagai nabi), thulaihah ibn khuwailid al asadi, al aswad al insi, dan selain dari mereka, mereka sama sekali tidak melupakan para pemimpin mereka.

      kemudian setelah rasulullah saw. wafat, abu bakar ra. di lantik menjadi khalifah (pemimpin) sementara beliau berasal dari bagian suku quraisy yang lemah yaitu dari bani taim, maka para pemimpin tersebut menemukan pada diri mereka kekuatan untuk keluar dari negara atau pemerintahan islam, mereka keluar karena alasan politik, bukan karena mereka tertarik kembali dengan prinsip-prinsip jahiliyah, atau ingin kembali men




                      Previous article                       Next article




Bookmark and Share


أضف تعليق

You need the following programs: الحجم : 2.26 ميجا الحجم : 19.8 ميجا