عربي English עברית Deutsch Italiano 中文 Español Français Русский Indonesia Português Nederlands हिन्दी 日本の
Knowing Allah
  
  

Under category Bagaimana mengikuti Rasulullah saw.
Creation date 2007-11-22 03:28:07
Article translated to
العربية    Español   
Hits 15195
kirim halaman ini ke teman anda
العربية    Español   
kirim halaman ini ke teman anda Print Download article Word format Share Compaign Bookmark and Share

   

 

1.       rasulullah saw berda’wah mengajak manusia ke jalan allah siang dan malam, secara sembunyi sembunyi dan terang terangan, di 3 tahun pertama kenabian beliau berda’wah di makkah secara sembunyi sembunyi. ketika turun ayat, (“maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu)”. (qs al hijr 94), maka beliau berda’wah secara terang-terangan tanpa takut kepada orang orang yang mencaci makinya. beliau berda’wah tanpa pilih-pilih objek dakwah, baik besar maupun kecil, baik orang merdeka maupun budak, baik laki laki maupun perempuan, baik manusia maupun jin, semuanya beliau ajak ke jalan allah.

 

2.       ketika siksaan orang kafir kepada para sahabatnya di makkah semakin menjadi-jadi, beliau mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke habsyah (etiopia).

 

3.       beliau saw pergi ke thaif, berharap akan ada yang menolongnya, dan mengajak mereka kepada islam. namun bukannya mendapat bantuan, beliau saw justru disambut oleh rakyat thaif dengan siksaan yang bahkan tidak pernah dilakukan oleh kaumnya saw. dan mereka mengusirnya kembali ke mekkah, kemudian beliau kembali masuk ke mekkah.

 

4.       beliau saw senantiasa berda’wah secara terang terangan selama 10 tahun, mendatangi kabilah demi kabilah, di rumah rumah mereka, dan pada musim haji beliau berda’wah kepada para jamaah haji, beliau juga berda’wah di pasar ukazh, majinah, dan zul hijaaz.

 

5.       beliau saw bertemu 6 orang yang berasal dari suku khazraj , beliau mengajak mereka kepada islam, dan mereka semuanya masuk islam. ketika mereka kembali ke madinah, mereka menyebarkan islam disana hingga islam masuk di setiap rumah di madinah.

 

6.       pada tahun berikutnya, datanglah 12 orang dari madinah, mereka berbai’at di bukit aqabah sehingga dikenal dengan bai’at aqabah. yang isinya adalah bahwa mereka akan mendengarkan dan taat kepada perintah allah dan rasul-nya, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, mereka akan berada di jalan allah tanpa takut celaan orang orang, serta mereka akan membela rasulullah saw seperti mereka membela diri dan anak istri mereka, maka ketika mereka kembali ke madinah, beliau saw mengutus mush’ab bin umair dan ibnu ummi maktum bersama mereka untuk berda’wah dan mengajarkan al qur’an. setelah itu banyak yang masuk islam dengan perantara keduanya, diantaranya usaid bin hudhair dan sa’ad bin mu’adz radhiallah ‘anhuma.

 

7.       tak lama setelah itu, rasulullah saw mengizinkan untuk berhijrah ke yatsrib (madinah), maka orang orang berbondong bondong berhijrah, dan beliau saw menyusul mereka bersama abu bakar as shiddiq ra.

 

 

8.       beliau saw mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar, waktu itu jumlah mereka 90 orang.

 

 

petunjuk rasulullah saw dalam perdamaian dan sikap terhadap delegasi lawan.

 

1.       rasulullah saw. bersabda: “perjanjian (tanggung jawab) orang-orang muslim adalah satu, …………… , beliau saw. bersabda: “barangsiapa yang mempunyai perjanjian antara dia dan antara suatu kaum, maka (perjanjian tersebut) tidak boleh di ganggu gugat sampai lewat masanya…(hr. abi daud dan tirmidz).

 

2.       beliau juga bersabda : “siapa yang dimintai jaminan keamanan oleh seseorang, lalu dia membunuhnya, maka aku berlepas diri dari orang yang membunuh itu ” hr ibnu majah”.

 

 

3.       ketika datang kepada beliau dua delegasi musailamah al kadzzab, beliau bersabda :

 

“kalaulah bukan karena para delegasi tidak boleh dibunuh, tentu aku sudah tebas leher kalian berdua.” maka diantara sunnah beliau adalah bahwa para delegasi tidak boleh dibunuh (hr abu daud)

 

4.       beliau saw tidak menahan para delegasi itu apabila tetap berpegang kepada agama mereka, bahkan beliau memulangkannya.

 

5.       beliau saw membiarkan apabila ada seorang sahabatnya membuat perjanjian damai dengan musuh, selama tidak membawa madharat untuk kaum muslimin, meskipun tanpa persetujuan dari beliau saw.

 

 

6.       beliau mengadakan perjanjian damai dengan orang quraisy, agar melakukan gencatan senjata selama 10 tahun, dan apabila ada seorang muslim dari makkah datang kepada beliau saw, maka beliau saw harus memulangkannya ke mekkah, tapi bila ada orang dari madinah datang ke mekkah, mereka tidak memulangkannya ke madinah. tapi kemudian ini tidak berlaku pada wanita, maka bila ada wanita muslimah datang ke madinah, allah memerintahkan untuk menguji mereka, bila mereka benar benar beriman, maka beliau saw tidak memulangkannya ke makkah.

 

 

7.       beliau saw tidak memaksa pulang para laki laki yang datang ke madinah,

 

8.       beliau saw mengadakan perjanjian kepada penduduk khaibar ketika mereka berkhianat, bahwa mereka harus meninggalkan kampung halaman mereka dengan hanya membawa apa yang bisa dibawa oleh hewan tunggangan mereka. sedangkan rasulullah saw berhak atas tanah, harta dan senjata mereka.

 

 

9.       beliau saw menetapkan bahwa hasil bumi khaibar dibagi dua : sebagian untuk kaum muslimin dan sebagian lagi untuk penduduknya. mereka bebas untuk mengairinya,  setiap tahun beliau mengutus seorang sahabat untuk mengontrol jumlah buah buahan yang masak, dan menjamin bagian kaum muslimin.

 

petunjuk rasulullah saw dalam berda’wah kepada para raja dan perngiriman delegasi kepada mereka.

 

1.       ketika beliau kembali dari hudaibiyah, beliau mengirim delegasi yang membawa surat dari beliau ke para raja waktu itu, diantaranya kepada raja romawi, dan dia hampir masuk islam.

 

2.       raja najasyi masuk islam setelah membaca surat dari delegasi rasulullah saw.

 

3.       sebagian besar penduduk yaman masuk islam secara sukarela tanpa ada paksaan setelah beliau saw mengutus abu musa al asy’ari dan mu’adz bin jabal radhiallah anhumaa.

 

 

petunjuk rasulullah saw dalam berinteraksi dengan kaum munafiq

 

1.       beliau saw menilai dengan apa yang dzahir (nampak), dan menyerahkan urusan hati mereka kepada allah swt, melawan kebebalan mereka dengan hujjah, dan acuh terhadap mereka, serta menyampaikan perkataan yang membekas di hati mereka.

 

2.       tidak membunuh mereka agar tidak terjadi perpecahan : “tidak, orang orang akan berkata bahwa muhammad membunuh sahabatnya,” hr bukhari muslim.

 

demikianlah sabda rasul ketika ditanyakan mengapa beliau tidak membunuh orang orang munafiq.




                      Previous article                       Next article




Bookmark and Share


أضف تعليق

You need the following programs: الحجم : 2.26 ميجا الحجم : 19.8 ميجا