Keramahan Rasulullah saw. terhadap orang asing.

Article translated to : العربية

keramahan rasulullah saw. terhadap orang asing.

terkadang terjadi kejadian yang sangat besar di sisi para sahabat, akan tetapi keramahan dan kelembutan rasulullah saw. terhadap orang-orang muslim dan orang-orang asing telah terlihat oleh mereka, sebagai contoh yaitu kejadian yang terjadi di masjid yang pada umumnya orang-orang muslim berusaha dengan keras untuk menjaga kebersihannya, dan tidak mengizinkan siapapun untuk mengotorinya.

di riwayatkan oleh imam bukhari dan muslim dari anas bin malik radhiyallahu'anhu ia berkata: "ketika kami sedang berada di mesjid bersama dengan rasulullah saw. tiba-tiba datang seorang arab pedalaman dia berdiri dan kencing di mesjid, maka rasulullah saw. bersabda: "jangan kalian mengusirnya, biarkanlah ia", maka merekapun meninggalkannya sampai ia selesai dari kencingnya, kemudian rasulullah saw. memanggilnya dan bersabda kepadanya: "sesungguhnya masjid-masjid tidak pantas (di lakukan di dalamnya) perbuatan ini seperti kencing dan hal-hal yang kotor, akan tetapi (mesjid adalah tempat) untuk mengingat allah swt. dan membaca al qur'an." atau sebagaimana yang telah di sabdakan rasulullah saw. ia (perawi hadits) berkata: kemudian rasulullah saw. memerintahkan salah seorang dari kaum, maka iapun datang dengan membawa satu timba air dan menyiraminya (bekas kencing tersebut)". muttafaqun 'alaihi.

perhatikanlah hikmah atau kebijaksanaan rasulullah saw. dengan kesediaan rasulullah saw. menunggu, dimana beliau saw. membiarkan orang arab pedalaman tersebut untuk menyelesaikan kencingnya, dan mencegah para sahabatnya untuk menyakitinya, karena beliau saw. telah mengetahui kerusakan yang akan terjadi setelah itu jika orang tersebut di ganggu, karena jika di ganggu sementara ia masih sedang kencing, maka kencingnya akan berceceran di masjid, dan boleh jadi baju orang arab pedalaman tersebut akan terkotori dan boleh jadi ia akan marah dan benci dengan kelakuan mereka (para sahabat yang melarangnya) serta meninggalkan islam.

akan tetapi rasulullah saw. sangat bijaksana menghadapi kejadian tersebut, maka beliau saw. menunggunya sampai ia selesai dari perbuatannya (kencing), kemudian setelah itu rasulullah saw. menjelaskan kepadanya mengenai kesalahan tindakannya dengan penjelasan yang jelas dan menarik.

Previous article Next article