عربي English עברית Deutsch Italiano 中文 Español Français Русский Indonesia Português Nederlands हिन्दी 日本の
Knowing Allah
  
  

Under category Keutamaan Hari Jum’at dan Sunnah-sunnahnya
Creation date 2011-12-24 04:20:39
Hits 1731
kirim halaman ini ke teman anda Print Download article Word format Share Compaign Bookmark and Share

   

 

 

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya dan pendapat yang paling kuat adalah dua pendapat:

pertama:yaitu saat duduknya imam sehingga shalat selesai, dan alasan ulama yang berpendapat seperti ini adalah apa yang diriwayatkan oleh muslim di dalam kitab shahihnya dari abi barrah bin abi musa bahwa abdullah bin umar berkata kepadanya: apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadist yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari jum’at?. dia berkata: ya aku pernah mendengarnya berkata: aku telah mendengar rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan”.[1]
 
 
 
kedua:dia terjadi setelah asar, dan pendapat inilah yang paling kuat di antara dua pendapat tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh al-nasa’i dari jabir radhhiyallahua'nhu bahwa nabi muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: hari jum’at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada allah sesuatu pada hari itu kecuali dia akan memperkenankan permohonan hamab -nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu asar” (hr. an-nasa’i: no: 1389).
 
 
pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian besar golongan salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits. adapun tentang hadits riwayat abi musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh al-hafiz ibnu hajar di dalam kitab fathul bari.[2]
 
 
di antara keutamaannya adalah bahwa hari itu adalah hari dihapuskannya dosa-dosa. diriwayatkan oleh muslim di dalam kitab shahihnya dari abi hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa nabi muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: shalat lima waktu, jum’at ke jum’at yang lainnya dan ramadhan ke ramadhan yang lain adalah penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi”.[3]
 
 
----------------------------
 
[1]hr. muslim: no: 853
 
[2]fathul bari: 2/421-422
 
[3]shahih muslim: no: 233



                      Previous article                       Next article




Bookmark and Share


أضف تعليق

You need the following programs: الحجم : 2.26 ميجا الحجم : 19.8 ميجا