عربي English עברית Deutsch Italiano 中文 Español Français Русский Indonesia Português Nederlands हिन्दी 日本の
Knowing Allah
  
  

   

 

 

hal-hal yang masih tersisa mengenai kejadian-kejadian penting yang terjadi setelah fathu makkah sampai rasulullah saw. wafat no/juz: 3

 

·         menghancurkan patung atau berhala

 

nabi ibrahim as. yaitu bapak para nabi setelah nabi nuh as. adalah termasuk orang yang menghancurkan patung atau berhala pada kaumnya, sehingga kaumnya mencoba untuk membakarnya, sebagaimana yang telah di kisahkan oleh al qur’an, kemudian ketika beliau as. ke mekkah,  nabi ibrahim as. meletakkan anak dan isterinya di sana, dan ketika ismail as. telah tumbuh dengan dewasa maka beliau as. membangun kabbah bersama ayahnya, untuk di jadikan sebagai tempat beribadah kepada allah swt. nantinya, dan tempat melaksanakan ibadah haji.

 

nabi ismail as. mempunyai keturunan yang banyak yaitu orang-orang arab musta’rib sebagaimana ahli sejarah menyebutnya, dan mereka senantiasa beribadah tanpa menyembah berhala atau patung, dan setelah beberapa waktu berlalu di antara ibadah mereka ialah tidak seorangpun yang berangkat meninggalkan kota mekkah, kecuali ia membawa sebutir batu dari batu-batu di mesjidil haram, sebagai bentuk penghormatan kepada mesjid haram, dan sebagai kerinduannya pada kota mekkah, dan ketika  mereka singgah pada suatu tempat mereka meletakkannya dan mengelilinginya seperti mereka mengelilingi kabbah, diantara mereka ada yang melakukan hal tersebut untuk mengharapkan hal baik, dan yang lain melakukannya sebagai tanda kecintaan mereka kepada tanah haram, serta kerinduan mereka kepadanya, mereka senantiasa melaksankan hal tersebut sampai “ ‘amru bin al hayyi” memasukkan ke tengah-tengah mereka adat menyembah berhala, hal ini terjadi sebelum masa kenabian sekitar 500 tahun, sebagaimana yang di katakan oleh para ahli sejarah, maka dialah yang pertama merubah agama nabi ismail as.

 

‘amru bin al hayyi adalah seseorang yang tinggal di mekkah, kemudian suatu ketika ia sakit keras, maka di katakan kepadanya: sesungguhnya di bulqaa’ di syam terdapat sebuah mata air, jika kamu datang ke sana maka kamu akan sembuh, maka ia mendatangi tempat tersebut kemudian mandi dan setelahnya ia menjadi sembuh, kemudian ia mendapati penduduk tempat yang di kungjunginya menyembah berhala, maka ia bertanya: apa ini? lalu mereka menjawab: kami menggunakannya untuk meminta hujan, untuk mendapatkan pertolongan terhadap musuh, maka ia meminta mereka untuk memberinya patung, dan merekapun melakukannya, maka ia kembali ke mekkah dengan membawa patung, dan meletakkannya di sekeliling kabbah.

 

maka sejak hari itu menyebarlah adat menyembah berhala di jazirah arab, sampai setiap penghuni rumah di makkah mempunyai sebuah patung yang mereka sembah di rumah mereka masing-masing, dan jika salah seorang diantara mereka ingin mengadakan sebuah perjalanan, aktivitas terakhir yang ia lakukan sebelum pergi ialah mengusapnya (menyembahnya), dan jika ia kembali dari perjalanannya, maka aktivitas pertama yang ia lakukan setelah masuk ke rumahnya ialah menyentuhnya.

 

kemudian orang-orang arab menjadi gemar menyembah berhala, diantara mereka ada yang membuat rumah, diantara mereka ada yang membuat patung, dan barangsiapa yang tidak mampu membuat rumah dan patung, maka ia meletakkan batu di depan mesjid haram, dan di tempat yang lain yang di anggapnya mulia, kemudian ia mengelilinginya seperti ia mengelilingi kabbah, setiap orang yang akan melaksanakan perjalanan kemudian singgah pada suatu tempat, ia mengambil empat butir batu kemudian ia memilih yang paling bagus diantaranya dan menjadikannya sebagai tuhan, dan jika ia berangkat ia meninggalkannya, kemudian jika ia singgah pada suatu tempat yang lain maka iapun melakukan hal yang sama.

 

orang-orang arab mempunyai tiga buah patung atau berhala besar yang mereka agung-agungkan dan menyembelih atau berkorban untuknya, ketiga patung itu ialah:

 

berhala yang paling tua ialah “al manah” , berhala ini di letakkan di pinggir laut atau di tepi pantai antara  madinah dan makkah, seluruh orang arab mengagungkannya, dan yang paling mengagungkannya ialah suku aus dan khazraj. ketika rasululah saw. keluar untuk membuka kota mekkah (fathu makkah) pada tahun ke 8 hijriah, maka ali ra. di utus ke tempat berhala tersebut,lalu ia menghancurkannya, dan mengambil sesuatu yang ada padanya, kemudian menyerahkannya ke rasulullah saw., di antara yang ia ambil ialah: dua pedang, al harits bin abi syamr al ghassaani raja gassan menghadiahkan ke dua pedang itu untuknya, dan al harits adalah orang yang telah membunuh syuja’ bin wahab al asady ra. ketika ia menyerahkan surat rasulullah saw. kepadanya.

 

berhala yang kedua ialah “al lata” yang terletak di thaif, berhala ini adalah sebuah batu besar dengan bentuk segi empat, seluruh orang quraisy dan orang-orang arab lainnya mengagungkan berhala tersebut, ketika datang utusan bani tsaqif setelah rasulullah saw. kembali ke madinah setelah melaksanakan fathu makkah, utusan tersebut meminta kepada rasulullah saw. untuk membiarkan berhala al lata agar tidak di robohkan selama tiga tahun, akan tetapi rasulullah saw. tidak mengabulkan permintaan tersebut.

 

ibn hisyam mengatakan: “…akan tetapi rasulullah saw. tidak menerima permintaan mereka (agar berhala al lata tidak di robohkan) kemudian beliau saw. mengutus aba sufyan bin harb dan mughirah bin syu’bah ra. dan keduanya menghancurkan berhala tersebut, ketika mughirah ra. akan menghancurkannya dengan pacul, wanita-wanita bani tsaqif keluar dan meratap dan menangisinya sambil mengucapkan mengucapkan (sebuah syair).

 

berhala yang ketiga “al ‘uzza  berhala ini terletak di sebelah kanan orang yang melakukan perjalanan dari makkah ek iraq, orang-orang quraisy sangat mengagungkannya, dan ketika al qur’an turun ia mencerca  patung tersebut dan patung-patung yang lain, hal ini membuat orang-orang quraisy marah, ketika abu ahyah yaitu sa’id bin al ‘ash bin umayyah bin abdu syams bin abdu manaf sakit, yaitu sakit yang membuatnya meningggal, abu lahab datang menjenguknya, dan ia mendapatinya sedang menangis, maka abu lahab bertanya: apa yang membuatmu menangis wahai abu ahyah? apakah kamu menangis karena kematian sementara hal itu adalah pasti terjadi? ia menjawab: bukan itu, akan tetapi aku khawatir al uzza tidak di sembah lagi setelah saya meninggal! abu lahab mengatakan: demi allah, ia tidak di sembah di kehidupanmu ini di karenakan kamu, dan  tidak akan di tinggalkan (tidak di sembah) setelah kamu meninggal karena kematianmu, maka abu ahyah mengatakan: sekarang saya sudah tahu bahwa saya mempunyai khalifah (pengganti)!..

 

ketika hari fathu makkah rasulullah saw. memanggil khalid bin walid ra. dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala tersebut, maka khalid ra. mendatangi tempat berhala tersebut, mereka menganggap bahwa ‘uzza adalah seorang perempuan habsyi, rambutnya terurai, setelah khalid sampai ke tempat al ‘uzza, ternyata dia adalah seorang wanita yang telanjang dan terurai rambutnya, yang sedang menaburi tanah pada kepalanya sendiri. kemudian khalid menebaskan pedangnya dan membunuh wanita itu.  dan tidak ada lagi “al ‘uzza” setelahnya  untuk orang-orang arab, karena dia tidak akan di sembah lagi setelah hari itu, al ‘uzza adalah berhala yang paling terkenal di kalangan orang-orang arab di zaman jahiliyah, sesuai yang di sebutkan di dalam al qur’an, al qur’an swt. berfirman yang artinya:

maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap al lata dan al uzza, dan manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan allah)”. (qs. an najm: 19-20).

 

ketika rasulullah saw. masuk ke mesjidil haram pada hari fathu makkah, dia melihat gambar malaikat dan gambar-gambar yang lain, rasulullah saw. melihat gambar nabi ibrahim as. dan di tangannya terdapat al azlaam  (alat yang di pakai orang-orang arab jahiliyah untuk meramal), maka rasulullah saw. bersabda:  ‘laknat allah swt. bagi mereka, yang membuat syaikhuna (bapak kita ibrahim as.) menjadi peramal dengan menggunakan al azlaam, sementara apa kaitannya ibrahim as. dengan al azlaam tersebut? allah swt. berfirman yang artinya:

 

ibrahim bukan seorang yahudi dan bukan (pula) seorang nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

 

(qs. ali ‘imran: 67).

 

kemudian rasulullah saw. memerintahkan untuk  menghapus seluruh gambar-gambar tersebut.

 

ibn abbas ra. mengatakan: “rasulullah saw. masuk ke kota mekkah di hari fathu makkah dengan menunggangi  ontanya, lalu beliau saw. mengelilingi kabbah, sementara di sekitar kabbah terdapat patung-patung yang di letakkan di sekelilingnya, kemudian rasulullah saw. menunjuk berhala-berhala tersebut dengan tongkat yang ada di tangannya, dan beliau saw. bersabda:

 

“dan katakanlah: "yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”.

 

(qs. al israa’: 81).

 

satupun dari berhala-berhala tersebut  tidak ada yang di biarkan tersisa oleh rasulullah  saw., semuanya di hancurkan, sehingga seluruh berhala-berhala orang arab telah jatuh dari singgasananya, dan tidak di sembah lagi, sehingga orang-orang yang menyembahnya kemarin merasa malu dengan  kebodohannya karena menyembah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan mudharat dan manfaat.

 

risalah islam telah berdiri sejak pertama kali berhala-berhala tersebut terkenal di anggap sebagai tuhan,  dan islam mencaci orang-orang yang menyembahnya dan mengajak mereka kepada agama yang sesuai dengan fitrah yaitu menyembah allah swt. yang menciptakan alam ini dan tuhan semesta alam, di permulaan dakwah ini orang-orang arab dan quraisy heran dengan dakwah tersebut, allah swt. berfirman mengisahkan hal tersebut, yang artinya:

 

“mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja? sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan”.

 

 (qs. ash shaad: 5).

 

kemudian jazirah arab gentar dengan agama yang baru ini (islam), sehingga mereka senantiasa berusaha untuk melenyapkan rasulullah saw. dengan segala cara yang ada, akan tetapi pada akhirnya kemenangan di raih oleh rasulullah saw. setelah melalui pertempuran yang berlangsung sekitar 21 tahun.

 

rasulullah saw. berhasil menguasai ibu kota penyembah berhala tersebut, dan menghancurkan segala berhala yang ada, mengalahkan pasukannya, serta mengalahkan persekongkolan para pemimpinnya, apakah orang yang berakal mengira bahwa hal itu semua sempurna dengan waktu yang ringkas ini, allah swt. berfirman yang artinya:

 

“dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi allah-lah yang melempar”. (qs. al anfaal: 17).

 

muhammad bin abdullah saw. telah melarang tragedi pemikiran orang-orang arab yang telah berlangsung sekitar 500 tahun, serta beliau saw. membebaskan akal dari penguasaan penyembahan berhala dan segala penyimpangannya, serta menyelamatkan kemuliaan orang arab dari kehinaan menyembah berhala, dan membuka pintu-pintu kekalan untuk orang-orang arab yang mereka akan masuk ke dalamnya dan tidak akan keluar lagi, rasulullah saw. benar ketika beliau saw. bersabda:

 

“tidak ada lagi “uzza’ setelahnya untuk orang-orang arab, karena ia tidak akan di sembah lagi setelah hari ini”.

 

sungguh jazirah arab telah meninggalkan kehidupan penyembahan berhala selamanya. orang-orang arab telah sampai ke derajat tingkat kecerdasan seperti layaknya orang dewasa, maka mereka tidak akan rela untuk kembali ke masa kanak-kanak lagi., yaitu kekanak-kenakkan dengan menyembah berhala yang membuat pemiliknya meletakkan dahinya di hadapan batu-batu yang tidak bernyawa yang bisu dan tuli.

 

setelah rasulullah saw. wafat, terjadi peperangan dan fitnah, ada yang mengaku sebagai nabi, ada yang menolak al qur’an dan lain-lain sebagainya, akan tetapi kita tidak pernah mendengar bahwasanya seseorang dari orang arab berfikir untuk kembali menyembah berhala atau tuhan-tuhannya yang telah di hancurkan, karena orang yang sudah tumbuh dengan dewasa dan cerdas tidak akan mungkin kembali lagi menjadi anak-anak, semua hal ini sempurna dengan kemuliaan muhammad saw. dan risalah yang di bawanya.

 

maka karena jasa rasulullah saw. seluruh orang arab sampai dunia berakhir mendapatkan kemuliaan, kebebasan dan keselematan dari hal-hal yang sia-sia, serta dengan kemuliaan petunjuk untuk penduduk bumi bagi orang yang ingin mengikuti petunjuk,  maha  mulia  allah swt.ketika dia berfirman yang artinya:

 

“dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah (as sunnah). dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

 

 (qs. al jumu’ah: 2).

 

 

·         perang tabuk:

 

beberapa pelajaran dan nasihat dari peperangani ini, ialah:

 

1.     sebab terjadinya peperangan ini ialah bangsa rum telah mengumpulkan pasukan dengan jumlah yang sangat besar di syam, hiraclius telah di karuniai pengikut yang banyak, dan ikut bergabung ke dalam kekuasaannya kaum dari kabilah-kabilah arab seperti lakhm, judzaa’, ghassan, dan ‘aamil, kemudian pasukan mereka bergerak ke bulqa’ (salah satu daerah yang terletak antara syam dan lembah perkampungan).

 

 ketika hal ini sampai ke rasulullah saw. maka beliau saw. mengerahkan pasukan muslimin untuk bersiap-siap berangkat ke tabuk, serta memerintahkan kepada seluruh orang-orang muslim yang kaya untuk menyumbangkan hartanya untuk kelengkapan pasukan muslim.

 

hal ini menerangkan kepada kita tentang tabi’at peperangan dalam islam, yaitu bukan permusuhan, dan bukan provokasi, akan tetapi untuk membela agama dan negara, dan mencegah kesewenang-wenangan, serta mencegah mereka dari berbuat kejahatan dan kerusakan. dan hal inilah yang di terangkan oleh kebanyakan ayat-ayat dalam al qur’an.

 

kita telah bercerita tentang sebab di syari’atkannya peperangan dalam islam pada tulisan-tulisan yang telah lewat, begitupun kita telah bercerita mengenai tujuannya, dan cara-caranya. adapun mengenai keluarnya rasulullah saw. ke tabuk setelah bangsa rum mempersiapkan pasukan yang sangat besar jumlahnya,  hal ini adalah pendukung terhadap apa yang telah kami katakan di sini.

 

serta ikut bergabungnya sebagian kabilah-kabilah ke dalam kelompok bangsa rum untuk melawan orang-orang muslim, adalah merupakan bukti bahwasanya islam dan risalahnya adalah untuk membebaskan manusia secara umum (dari kesewenang-wenangan) khususnya orang-orang arab, seandainya mereka mengetahui hal tersebut mereka pasti enggang untuk menjadi pendukung bangsa rum untuk melawan anak-anak kaum mereka dari bangsa arab muslim.

 

2.    dakwah atau peperangan rasulullah saw. ini, adalah suatu peperangan di masa yang sangat sulit dan dengan cuaca yang sangat panas, serta pada musim paceklik, namun orang-orang mukmin yang jujur, mereka bersegera memenuhi panggilan rasulullah saw. tanpa menghiraukan segala kesulitan yang ada, sedangkan orang-orang munafik mereka tinggal diam, dan membuat-buat segala macam alasan yang tidak benar (supaya di izinkan untuk tidak ikut berperang), demikianlah akan jelas dan nampak perbedaan antara orang-orang munafik dan orang-orang yang benar beriman di masa-masa yang sulit, allah swt. berfirman yang artinya:

 

alif laam miim, apakah manusia itu mengira bahwa mereka di biarkan (saja) mengatakan: "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”.

 

 (qs. al ankabuut: 1-3).

 

akan tetapi dakwah tetap berdiri, dan umat-umat bangkit untuk membersihkan barisannya dari orang-orang munafik dan orang-orang penipu  tidak ada yang tetap berdiri kokoh dan bersabar di masa sulit kecuali setiap orang yang punya niat ikhlas dan jujur, dan kuat dasarnya.

 

pada umumnya yang menghalangi dan merintangi kelancaran jalannya sebuah dakwah perbaikan pada sebuah umat ialah orang-orang munafik dan penipu, serta akan menjadi penghalang tercapainya kemenangan, atau mereka akan menundanya sampai pada saatnya, dan pasukan ‘al usra (pasukan muslim yang akan berangkat ke perang tabuk) telah terbebas dari orang-orang yang seperti itu, yang telah terungkap aibnya, kelemahan iman mereka, dan kelemahan niat mereka, sedangkan pasukan yang rapat barisannya, yang bulat tekadnya, yang jujur dengan janjinya, adalah lebih berguna buat umat –walaupun jumlahnya sedikit- dan lebih banyak peluangnya untuk meraih kemenangan daripada pasukan yang lebih banyak jumlahnya namun tidak kompak karena perbedaan pemikiran, kekuatan dan ketabahan. allah swt. berfirman yang artinya:

 

“berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin allah. dan allah beserta orang-orang yang sabar”.

 

(qs. al baqarah: 249).

 

3.    mengenai bersegeranya seluruh sahabat yang mempunyai kelonggaran untuk berinfak, seperti abi bakar, umar, usman dan selain dari mereka radiyallahu ‘anhum ‘ajama’in. adalah merupakan bukti mengenai pengaruh atau reaksi iman di dalam jiwa orang-orang mukmin sehingga membuat mereka termotivasi untuk bersegera melakukan kebajikan dan melawan hawa nafsu dan tabi’atnya.

 

hal ini  sangat di butuhkan oleh setiap umat dan setiap dakwah kebaikan, agar bisa menjadi jaminan tercapainya kemenangan melawan musuh-musuh mereka, dan jaminan alat-alat perlengkapan yang di butuhkan dalam suatu peperangan, ini adalah suatu hal yang sangat di perlukan oleh umat kita sekarang, karena musuh sangat banyak, sedangkan beban sangat berat, sementara medan perang adalah suatu hal yang sangat menakutkan, dan musuh sangat kuat tipu muslihatnya.

 

 maka kita tidak akan mampu untuk mengalahkannya kecuali dengan pengorbanan yang lebih dalam hal harta, jiwa dan keinginan, dan tidak ada yang berhak untuk hal tersebut kecuali untuk agama yang benar yang membina jiwa dan yang memperhitungkan suatu infak serta  menanggung beban di jalan umat adalah suatu jihad, allah swt.akan memberinya pahala sebagaimana allah swt. memberikan pahala bagi orang-orang yang bertempur di medan peperangan.

 

hal  yang terbaik ialah apa yang di lakukan oleh para juru damai dan para pemimpin kebangkitan ke arah yang lebih baik, yaitu menamkan agama di setiap jiwa manusia karena hal ini adalah suatu usaha  yang mulia, akan tetapi sebaliknya perlawanan terhadap agama atau dakwah kebenaran agar terbebas darinya, atau menganggapnya suatu hal yang enteng, hal ini adalah suatu tindakan kriminal nasionalisme yang akan mengakibatkan hasil yang buruk, dan   mengajari kita, dan demikianlah sejarah mencatat terhadap hal-hal yang telah terjadi di masa lampau, yang telah terbukti percobaannya di masa ini, bahwa setiap orang yang mengingkari kebenaran ini adalah kekeliruan tidak ada yang berlindung kepadanya kecuali orang –orang yang belum meresap kebenaran dalam diri mereka, hati mereka belum terbuka untuk kebaikan, dan karakter mereka belum di hiasi dengan keluhuran dan kemuliaan.

 

4.    mengenai kisah tentang orang-orang yang datang ke rasulullah saw. yang meminta agar mereka di bawa serta bersama beliau saw. untuk berjihad. kemudian rasulullah saw. menolak mereka karena beliau saw. tidak mendapatkan tunggangan yang dapat membawa mereka.  dan kemudian  mereka kembali dengan berlinang air mata karena sedih di sebabkan mereka tidak mendapatkan kemuliaan jihad bersama rasulullah saw.

 

di dalam kisah ini, yang telah di ceritakan allah swt. dalam al qur’anul kariem adalah contoh yang sangat ideal terhadap apa yang di timbulkan oleh sebuah iman terhadap suatu mukjizat, karena tabi’at atau watak seorang manusia ialah bahagia di sebabkan dapat terhindar dari bahaya, dan jauh dari peperangan, akan tetapi mereka orang-orang  mukmin yang jujur, justeru sebaliknya mereka menangis karena tidak mendapatkan kesempatan untuk berperang di jalan allah swt., jika mereka menganggap bahwa diri mereka telah kehilangan kesampatan untuk mendapatkan keberuntungan yang sangat besar…maka kerugian apa yang akan di alami umat ketika ia kehilangan orang-orang seperti mereka?

 

 

5.    mengenai kisah tiga orang yang tidak ikut berangkat jihad karena mereka mengutamakan terhindar dari keletihan, bernaung dari kepanasan,dan  tinggal menetap daripada melakukan perjalanan sekalipun mereka adalah orang-orang mukmin yang jujur, hal ini adalah suatu pelajaran sosial dari pelajaran-pelajarn penting yang ada, kemudian setelah berselang beberapa waktu iman mereka bangkit kembali, maka mereka mengetahui bahwasanya mereka melakukan kesalahan besar dengan tidak ikut bersama dengan rasulullah saw. dan para mukmin yang lain ke medan jihad, bersamaan dengan hal ini mereka mendapatkan hukuman yang sangat keras yaitu di jauhi oleh seluruh masyarakat, setiap orang menjauhi mereka sampai isteri merekapun tidak ikut berbicara dengan mereka.

 

kemudian ketika allah swt. telah mengetahui kebenaran dan kejujuran taubat mereka, dan mereka sangat menyesali apa yang telah mereka perbuat, maka allah swt. menerima taubat mereka, dan pada saat di beritakan kepada mereka tentang ampunan allah swt. buat mereka, mereka sangat bahagia dengan ampunan dan ridha allah swt. untuk mereka.

 

pelajaran yang berharga dari hal ini ialah seorang mukmin yang jujur dan ikhlas dengan imannya tidak akan menghindar dari melaksanakan kewajiban atau rela mendapatkan kesenangan sementara orang lain keletihan. inilah suatu karakter dari suatu keimanan ialah: anda akan senantiasa merasakan bahwa anda adalah bagian dari suatu masyarakat, bagian dari   musibah yang dialami oleh masyarakat adalah musibah anda juga, faidah apa yang mereka dapatkan adalah faidah anda juga, dan bahwasanya kebahagiaan tidak ada artinya jika umat atau masyarakat yang lain sedih, serta ketenangan tidak ada artinya dengan keletihan yang di alami orang lain.

 

dan bahwasanya menghindar dari meninggalkan suatu kewajiban adalah suatu kemorosotan iman, dan ketidak seimbangan dalam agama, dan harus melakukan taubat karena hal tersebut adalah dosa. kisah ini juga memberikan kita pelajaran bahwasanya derajat akidah lebih tinggi dari derajat kekeluargaan, serta melaksanakan aturan yang di syari’atkan harus di dahulukan dari menuruti hawa nafsu dan perasaan, dan bahwasanya kekerabatan tidak berarti apapun jika harus berhadapan dengan murka allah swt.

 

maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”.

 

(qs. an nuur: 63).

 

 

 

·         haji wada’ (haji perpisahan).

 

haji wada’ adalah satu-satunya haji yang di laksanakan oleh rasulullah saw. pada tahun itu, orang-orang berdatangan dari segala penjuru jazirah arab untuk melakasanakan haji sehingga jumlah mereka mencapai sekitar 114.000 orang, sebagaimana yang di sebutkan oleh para ahli sejarah, kami mengira bahwasanya perhitungan ini adalah perkiraan mereka, karena jika tidak demikian, bagaimana mungkin mereka dapat menghitung  mereka dan menentukan jumlahnya dengan ketentuan seperti ini?

 

rasulullah saw. mengucapkan pidatonya (khutbahnya) yang terkenal pada haji ini, yang semestinya di hafal oleh setiap penuntut ilmu. karena di dalamnya terdapat prinsip-prinsip umum untuk islam, ini adalah khutbah terakhir yang di ucapkan rasulullah saw. di antara isi khutbah tersebut ialah:

 

“wahai sekalian manusia! dengarkanlah ucapanku, saya tidak tahu boleh jadi setelah tahun ini saya tidak akan bertemu dengan kalian lagi dengan keadaan seperti ini (dan hal ini adalah termasuk dari mukjizat rasulullah saw.) wahai sekalian manusia! sesungguhnya darah kalian, dan harta kalian adalah haram bagi kalian (terlindungi) sampai kalian bertemu dengan tuhan kalian, seperti keharaman (kemuliaan) hari kalian ini, keharaman bulan kalian ini, dan kalian akan bertemu dengan tuhan kalian lalu dia akan menanyakan perbuatan kalian, sungguh aku telah menyampaikannya.

 

maka barangsiapa yang di amanahi sesuatu maka tunaikanlah amanah tersebut dengan baik kepada orang  yang mengamanahkan kepadanya, dan sesungguhnya setiap riba adalah sudah di hapus (di larang), akan tetapi modal harta kalian adalah milik kalian, jangan kalian menzalimi dan jangan terzalimi, allah swt. telah memutuskan bahwasanya riba itu haram, dan sesungguhnya riba abbas bin abdul mutthalib adalah terhapus semuanya.

 

sesungguhnya setiap darah di zaman jahiliyah adalah terhapus semuanya,dan sesungguhnya darah yang pertama terhapus adalah darah ibn rabi’ah bin al haarits bin abdul mutthalib (dia dulu di susukan di bani laits/sa’ad maka dia di bunuh oleh hudzail) kejadian ini yang memulai pertumpahan darah di zaman jahiliah.

 

amma ba’du, wahai sekalian manusia! sesungguhnya setan telah putus asa untuk menyembah di bumi kalian ini selamanya, akan tetapi , maka jagalah agama kalian.

 

wahai sekalian manusia! sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan allah.

 

sesungguhnya waktu beredar sebagaimana bentuknya sejak allah swt. menciptakan langit dan bumi, sesungguhnya jumlah bilangan bulan di sisi allah swt. ialah dua belas bulan, diantaranya empat bulan haram, tiga yang berturut-turut, sedangkan bulan rajab berada di perantaraan jumadil akhir dan sya’ban.

 

amma ba’du, sesunguhnya kalian mempunyai hak terhadap isteri-isteri kalian, begitupun mereka mempunyai hak dari kalian, hak kalian dari mereka ialah mereka tidak memperbolehkan seseorang yang kalian tidak sukai menginjak tikar-tikar kalian dan mereka tidak mengerjakan perbuatan yang keji, jika mereka melakukan hal tersebut maka allah swt. telah mengizinkan bagi kalian untuk berpisah tempat tidur atau memukul mereka dengan pukulan yang tidak mencederakannya, dan jika mereka berhenti melakukan hal tersebut maka mereka berhak mendapatkan nafkah mereka, dengan memberikan mereka pakaian dengan baik.

 

saya berwasiat mengenai perempuan dengan baik, karena mereka di sisi kalian adalah seorang pelayan, mereka tidak berkuasa atas diri mereka sedikitpun, dan kalian mengambil mereka dengan amanah (kepercayaan) allah swt., kemudian kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat allah.

 

wahai manusia fahamilah perkataanku! sesungguhnya saya telah menyampaikannya, dan saya telah meninggalkan sesuatu buat kalian dan jika kalian tetap berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya, sesuatu yang sangat jelas, yaitu al qur’anulkariem dan sunnah rasulullah saw.,

 

 wahai sekalian manusia dengarkanlah perkataanku dan pahamilah, ketahuilah bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang l




                      Previous article




Bookmark and Share


أضف تعليق

You need the following programs: الحجم : 2.26 ميجا الحجم : 19.8 ميجا