1. Articles
  2. tonyo&jowab
  3. Hukum Perayaan Maulid Nabi

Hukum Perayaan Maulid Nabi

Auther : Syaikh Muhammad Ahmad Muhammad al-‘Ammar
Under category : tonyo&jowab
2933 2013/01/16 2020/12/03

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepada kami dan kami sedang beradhiyallahu ‘anhua di majelis Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu, Basyir bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau: Allah subhanahu wata’ala menyuruh kami mengucap shalawat kepadamu, wahai Rasulullah, bagaimana kami mengucap shalawat kepadamu? Ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam sehingga kami berangan-angan bahwa ia tidak menanyakannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah: Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berilah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berikan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim di semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan salam sama seperti yang sudah kamu ketahui.’ HR. Muslim.

Semua kaum muslimin mengucap shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan shalawat yang diwahyukan Allah subhanahu wata’ala kepada beliau setiap kali mereka shalat, baik fardhu atau sunnah, dan shalat mereka tidak sah kecuali dengan hal itu.

                Dan bagi semua yang telah lalu menjelaskan dari al-Qur`an dan sunnah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa merayakan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah disyari’atkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Firman Allah subhanahu wata’ala:

قَالَ تَعَالَى: ﴿ ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا ﴾ [ الجاثية: 18 ]

Kemudian Kami jadikan kamu beradhiyallahu ‘anhua di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu (QS. al-Jatsiyah:18)

 

Dan jelaslah dari al-Qur`an dan sunnah Rasul-Nya bahwa yang mensyari’atkan perayaan maulid nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia, bukan Allah subhanahu wata’ala dan bukan rasul-Nya.

قَالَ تَعَالَى: ﴿ أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن  بِهِ اللَّهُ ﴾

[ الشورى: ٢١]

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ...(QS. asy-Syura:21)

و عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه:أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولاَنِ: مَا كُنْتَ تَقُولُ: فِي  هَذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم فأَمَّا  الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيدٍ  ضَرْبَةً فَيَصِيحُ صَيْحَةً  يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ )) رواه البخاري

 

Dan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya bila seorang hamba diletakkan di kuburnya dan teman-temannya berpaling darinya, dan sesungguhnya ia mendengar suara sendal mereka, datanglah kepadanya dua orang malaikat, lalu mendudukkannya seraya berkata: Apakah yang engkau katakan pada laki-laki ini –bagi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam-. Adapun orang munafik dan kafir ia berkata: saya tidak tahu, aku mengatakan seperti yang dikatakan manusia. Lalu dikatakan: engkau tidak tahu dan tidak menjadi, dan ia dipukul dengan gada/palu dari besi satu pukulan yang membuatnya berteriak yang didengar orang disekelilingnya selain jin dan manusia.’ HR. Al-Bukhari.

Dan jelas lah dari al-Qur`an dan sunnah Rasul-Nya bahwa amal ibadah yang tidak pernah disyari’atkan Allah subhanahu wata’ala dan disyari’atkan oleh manusia adalah ditolak. Firman Allah subhanahu wata’ala:

قال  تعَالَى: ﴿ أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ ﴾ [الشورى: ٢١]

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah (QS. sy-Syura:21)

Dan firman Allah subhanahu wata’ala:

وَقَالَ تَعَالَى: ﴿ وَكَذَلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلاَدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُواْ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ وَلَوْ شَاء اللّهُ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ ﴾  [الأنعام: 137]

Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. al-An’aam:137)

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا:أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ « مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ » رواه مسلم   

 

Dan dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan amal ibadah yang tidak ada perintah kami atasnya maka ia ditolak.” HR. Muslim. 

وعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : ((تَرِدُ عَلَيَّ أُمَّتِي الْحَوْضَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ وَلَيُصَدَّنَّ عَنِّي طَائِفَةٌ مِنْكُمْ فَلَا يَصِلُونَ فَأَقُولُ يَا رَبِّ هَؤُلَاءِ مِنْ أَصْحَابِي فَيُجِيبُنِي مَلَكٌ فَيَقُولُ وَهَلْ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ)) رواه مسلم وفي لفظ (إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا).

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Umatku datang kepadaku di telaga bercahaya dari bekas wudhu, dan dihalangi dariku segolongan dari kamu maka mereka tidak bisa sampai, aku berkata: Wahai Rabb, mereka dari golongan sahabatku. Lalu ada malaikat yang menjawab pertanyaanku seraya berkata: ‘Apakah engkau mengetahui apa-apa yang mereka buat-buat sesudah engkau (wafat).’ HR. Muslim. Dan dalam satu lafazh hadits Muslim: ‘sesugguhnya mereka telah mengganti sesudah wafatmu, maka kukatakan: jauh sekali, jauh sekali.’

Dan sudah jelas dari penjelasan al-Qur`an bahwa orang yang beramal ibadah dengan sesuatu yang tidak disyari’atkan oleh Allah subhanahu wata’ala, dan hanya disyari’atkan oleh manusia adalah mendapat siksa. Firman Allah subhanahu wata’ala:

قَالَ تَعَالَى: ﴿ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ. وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ. عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ. تَصْلَى نَاراً حَامِيَةً ﴾ [الغاشية:1-4]

Sudah datangkah kepadamu (tentang) hari pembalasan * Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, * bekerja keras lagi kepayahan, * memasuki api yang sangat panas (neraka), (QS. al-Ghasyiyah:1-4)

Semoga shalawat selalu tercurah kepada nabi dan pemimpin kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

 

 

 

 

 

 

Previous article Next article
Website Muhammad Rasulullah saw.It's a beautiful day