1. Articles
  2. Makalah
  3. Pribadi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Pribadi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Under category : Makalah
3403 2014/06/03 2022/11/30

Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Ketokohan profil ini tidak diragukan lagi. Ia sangat meyakinkan, reputasinya tak perlu dipertanyakan. Banyak ayat Al-Qur`an yang membicarakan keutamaan beliau, baik secara pribadi maupun dalam konteks umum.

 


Sesungguhnya Allah Shubhanahu wa ta'ala mengutus nabi    -Nya Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi semesta alam, dan imam bagi orang-orang yang bertakwa, serta hujah bagi seluruh umat manusia, dengannya Allah membuka mata orang yang buta, telinga yang tuli dan hati yang lalai. Oleh karena itu, wajib bagi tiap muslim untuk mengetahui tentang akhlak mulia yang dimiliki oleh beliau serta kisah perjalanan hidupnya yang harum penuh dengan pesona, dalam rangka memenuhi firman Allah tabaraka wa ta'ala:

 

 

قال الله تعالى: ﴿ لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا ٢١ ﴾ [ الأحزاب: 21]

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS al-Ahzab: 21).

 


Di mana Allah ta'ala telah memuji budi pekerti luhur yang dimiliki oleh nabi -Nya, yaitu dengan firman -Nya:

 

قال الله تعالى: ﴿ وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤ ﴾ [ القلم: 4]

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung". (QS al-Qolam: 4).

 

Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya, tidak pernah berkata kasar tidak pula berkata keji, tidak suka mencela tidak pula senang melaknat, tidaklah beliau diberi kesempatan untuk memilih antara dua perkara, kecuali beliau memilih yang termudah diantara keduanya selama tidak mengandung perbuatan dosa, apabila mengandung perbuatan dosa beliau adalah orang yang paling jauh darinya. Allah Shubhanahu wa ta'ala menjelaskan salah satu kelebihan beliau didalam firman -Nya:

قال الله تعالى: ﴿ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ ١٥٩ ﴾ [ ال عمران: 159]

"Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu". (QS al-Imraan: 159).

 

Beliau adalah orang yang paling baik perangainya, halus budi pekertinya, tidak keras tidak pula berhati kasar. Beliau biasa menjahit pakainnya sendiri, serta menjahit tali sandalnya, mengerjakan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri, beliau juga mengunjungi orang-orang miskin, menghadiri undangan mereka, memenuhi kebutuhan mereka, tidak pernah mencela pembantunya tidak pula menjelek-jelekannya.

 


Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan, "Aku pernah melayani Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun, belum pernah saya jumpai beliau berkata kepada saya, "ah" sedikitpun. Tidak pula bertanya pada sesuatu yang aku kerjakan, kenapa kamu lakukan, dan tidak pula menanyakan pekerjaan yang aku tinggalkan, kenapa kamu tidak kerjakan? HR at-Tirmidzi no: 2015. Beliau berkata hadits hasan shahih.

 


Beliau sangat menghormati orang yang lebih tua darinya dan sangat menyayangi anak kecil. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan, "Belum pernah aku melihat seorangpun yang lebih penyayang terhadap keluarganya dari pada Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam". HR Muslim no: 2316.

 


Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling rendah hati pada orang lain, apabila beliau berjabat tangan bersama orang lain maka beliau tidak menarik tangannya sebelum orang tersebut yang menarik tangannya terlebih dahulu. HR at-Tirmidzi no: 2390. Dinyatakan lemah oleh al-Albani. Adalah budak sahaya dari sahaya yang ada dikota madinah pernah mengandeng tangan Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengajaknya pergi untuk membantu kebutuhannya. HR Bukhari no: 6072.

 


Dijelaskan oleh al-Hafidh Ibnu Hajar, "Bahwa yang dimaksud mengandeng tangan ialah di ajak untuk mengikutinya, dan itu termasuk bagian sikap lemah lembut yang dimiliki beliau serta suka memenuhi kebutuhan orang lemah. Dan ini menunjukan betapa rendah dirinya terhadap orang lain serta jauh dari segala macam bentuk kesombongan".[1]

 


Beliau adalah orang yang paling dermawan, pernah ada seorang datang kepada beliau kemudian beliau kasih orang tadi satu lembah kambing, setelah itu dia pulang ke kaumnya sambil menyeru, "Duhai kaumku masuklah kalian ke dalam Islam, demi Allah, sesungguhnya Muhammad benar-benar memberi dengan pemberian orang yang tidak takut miskin". HR Muslim no: 2312.

 


Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah diminta sesuatu dalam urusan dunia kemudian beliau berkata tidak.[2] Beliau adalah orang yang paling zuhud terhadap dunia, dirinya pernah diberi pilihan antara hidup di dunia sesuai apa yang Allah Shubhanahu wa ta'ala kehendaki dan untuk bertemu dengan Rabbnya maka beliau lebih memilih perjumpaan bersama Rabbnya.[3] Beliau pernah menjalani dua bulan berturut-turut dan tidak ada sesuatupun yang bisa dimasak dalam rumahnya.[4]

 


Bermalam dalam kondisi lapar sedangkan keluarganya tidak menjumpai ada makanan yang bisa dimakan.[5] Dan beliau pernah bersabda:

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ! ما أنا إلا كَرَاكِبٍ استظِلَّ تحت شَجَرَةٍ ثُمَّ تَرَكَهَا ورَاحَ » [أخرجه إبن ماجه]

"Apalah arti dunia bagiku! Dunia bagiku tak ubahnya seperti pengendara yang berteduh dibawah sebuah pohon kemudian meninggalkan dan pergi darinya". HR Ibnu Majah no: 4109. Dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah 2/394 no: 3317.

 

 

 

Umar bin Khatab mengkisahkan, "Sungguh aku pernah menyaksikan Nabi kalian menahan lapar karena tidak ada yang bisa mengganjal perutnya walau hanya kurma yang jelek". HR Muslim no: 2978.

 


Dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan dinar, tidak pula dirham, kambing, ataupun onta, yang beliau tinggalkan hanya senjata dan keledainya, dan tanah yang beliau jadikan untuk sedekah bagi para ibnu sabil. HR Bukhari no: 4461. Beliau meninggal dunia sedangkan baju besinya masih tergadai ditangan orang Yahudi dengan gadai tiga sha' gandum.[6]

 


Pernah datang seorang sahabat sambil mengadu, "Sungguh aku merasa lapar sekali". Beliau lalu menemui isterinya, namun isterinya mengatakan, "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak punya makanan melainkan air". Kemudian beliau mendatangi isterinya yang lain, dia pun menyatakan seperti yang pertama, sampai beliau keliling menemui isteri-isterinya dan jawaban mereka semua sama.[7]



[1] . Fathul Bari 10/490.

[2] . HR Bukhari no: 6034. Muslim no: 2311.

[3] . HR Ahmad 25/376 no: 15997.

[4] . HR Bukhari no: 6459. Muslim no: 2972.

[5] . HR at-Tirmidzi no: 2360. Beliau berkata Hadits hasan shahih.

[6] . HR Bukhari no: 4467. Muslim no: 1603.

[7] . HR Bukhari no: 3798. Muslim no: 2054.

Previous article Next article

Articles in the same category

Website Muhammad Rasulullah saw.It's a beautiful day