1. Articles
  2. Siapakah Yang Dimaksud Ulama?
  3. Siapakah Yang Dimaksud Ulama -1

Siapakah Yang Dimaksud Ulama -1

1422 2015/01/10 2020/09/21

Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya.


Ulama adalah: orang-orang yang mengenal syari’at syari’at Allah Shubhanahu wa ta’alla, memahami dalam agama-Nya, mengamalkan ilmunya di atas petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang Allah Shubhanahu wa ta’alla memberikan hikmah kepada mereka:

﴿ يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ ﴾ [البقرة: 269] 

Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. al-Baqarah:269)

 

Para ulama adalah: orang-orang yang Allah Shubhanahu wa ta’alla menjadikan sandaran manusia kepada mereka dalam bidang fiqih dan ilmu (agama), serta berbagai perkara agama dan dunia.[1]


Para ulama adalah: para fuqaha Islam, orang-orang yang beredar fatwa terhadap perkataan ini di tengah manusia (umat islam), orang-orang yang menentukan diri dengan melakukan istinbath hukum-hukum Islam  dan memberikan perhatian khusus dengan mencatat kaidah-kaidah halal dari yang haram.[2]


Para ulama adalah: para pemimpin (imam) agama, mereka mendapatkan kedudukan agung ini dengan ijtihad (kesungguhan) dan sabar serta kesempurnaan keyakinan:

﴿ وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ ﴾ [السجدة: 24] 

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. as-Sajdah:24)

 

Para ulama adalah: golongan yang berangkat (pergi/safar) dari umat ini untuk mempelajari agama Allah Shubhanahu wa ta’alla, kemudian melaksanakan kewajiban dakwah dan tugas memberikan peringatan:

﴿ وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنهُمْ طَآئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ ﴾ [التوبة: 122]   

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. at-Taubah:122)

 


Para ulama adalah: orang orang yang memberi petunjuk kepada manusia, yang tidak kosong/lowong satu masa/zaman dari mereka, sehingga datang perkara Allah Shubhanahu wa ta’alla, mereka adalah pemimpin tha`ifah manshurah (golongan yang selamat) hingga hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لاَتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللهِ لَايَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ  وَهُمْ ظَاهِرُوْنَ عَلىَ النَّاسِ » [ أخرجه البخاري ومسلم ]

Senantiasa satu golongan dari umatku, melaksanakan perkara Allah Shubhanahu wa ta’alla, tidak membahayakan mereka orang yang menghina mereka atau menentang (berbeda)  sehingga datang perkara Allah Shubhanahu wa ta’alla, sedang mereka nampak (menang) terhadap manusia.”[3]


 

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: ‘Adapun yang dimaksud dengan golongan ini, maka imam al-Bukhari rahimahullah berkata: ‘Mereka adalah para ulama’. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: ‘Jika mereka bukan ahli hadits, maka saya tidak tahu lagi siapakah mereka.’ Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata: ‘Sesungguhnya yang dimaksud imam Ahmad adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan orang yang meyakini mazhab Ahli Hadits.’ Saya (an-Nawawi) berkata: ‘Bisa jadi bahwa golongan ini terbagi-bagi di antara berbagai golongan kaum mukminin, di antara mereka adalah para mujahid fi sabilillah, Ahli hadits, ahli zuhud, orang-orang yang amar ma’ruf dan nahi munkar, dan di antara mereka berasal dari berbagai golongan dari orang-orang baik (ta’at kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla), maka tidak mesti mereka berkumpul dalam satu kelompok, bahkan bisa jadi mereka terpencar di berbagai penjuru dunia.’[4]


Pendapat manapun yang paling kuat tentang golongan ini, maka sesungguhnya yang disepakati bahwa para ulama adalah para pemimpin mereka yang diutamakan/dikedepankan padanya dan manusia mengikuti mereka.Sesungguhnya para ulama, sekalipun jiwa mereka sudah tidak ada, maka peninggalan mereka tetap ada. Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Para ulama tetap ada sepanjang masa, jiwa mereka sudah tidak ada dan peninggalan mereka tetap ada dalam jiwa.’[5]




[1]Lihat: ath-Thabari: Jami’ul Bayan 3/327

[2]Ibnul Qayyim: I’lamul Muwaqqi’in 1/7

[3]HR. Al-Bukhari 8/149 dan Muslim  1920

[4]Syarh Muslim 13/67.

[5]Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr: Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlih 1/68

Next article

Articles in the same category

Website Muhammad Rasulullah saw.It's a beautiful day