1. Articles
  2. Tauhid Uluhiah
  3. Penghambaan Makluk Kepada Allah

Penghambaan Makluk Kepada Allah

Under category : Tauhid Uluhiah
1353 2014/05/18 2020/09/21

Penghambaan makhluk kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla terbagi menjadi tiga macam:

  1. Ubudiah Amah (penghambaan umum): mencakup seluruh makhluk: yang baik, buruk, mukminnya dan kafirnya.

Firman Allah -ta’ala-,

 

قال الله تعالى:﴿إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَوَاتِوَالأَرْضِ إِلاَّ آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً﴾ [مريم: 93] 

"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha pemurah selaku seorang hamba." (QS.Maryam:93)

 

Itu adalah ubudiah rububiah (penghambaan ketuhanan). Makhluk seluruhnya hamba bagi Allah dan menghamba kepada -Nya.

  1. Khas (penghambaan khusus): ubudiah uluhiah (penghambaan ilahiah). Ia merupakan penghambaan hamba-hamba Allah Shubhanahu wa ta’alla yang saleh, dan mereka adalah setiap yang beribadah kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dengan syariat -Nya dan ikhlas dalam mengibadahi -Nya.

Allah Shubhanahu wa ta’alla berfirman,

 

قال الله تعالى: ﴿ وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْناً ﴾ [الفرقان: 63] 

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Mahapenyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati…." (QS.al-Furqan:63)

 

Karena itulah mereka disandarkan kepada nama -Nya; mengisyaratkan bahwa mereka sampai kepada derajat itu disebabkan rahmat -Nya. Ini merupakan idhafatut tasyrif (penyandaran penghormatan).

  1. Khasul khas (khusus dari yang khusus): ia juga ubudiah uluhiah, ada pada para nabi dan rasul yang tidak tertandingi oleh seorang pun dalam ibadah mereka kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla. Sebagaimana:

 

قال الله تعالى: ﴿ وَاذْكُرْ عِبَادَنَا ﴾ [ص:45] 

"Dan ingatlah hamba-hamba Kami[1]: (Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub…)" (QS.Shad:45)

 

Dan berfirman mengenai Nabi Nuh alaihi salam:

 

قال الله تعالى: ﴿ إِنَّهُ كَانَ عَبْداً شَكُوراً ﴾ [الإسراء: 3] 

"…sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur." (QS.al-Isra':3)

 

Dan mengenai Nabi Dawud alaihi salam:

 

قال الله تعالى: ﴿ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ ﴾ [ص: 17] 

"…dan ingatlah hamba Kami, Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya Dia amat taat (kepada Tuhan)." (QS.Shad:17)

 

Dan menyatakan mengenai Muhamad Salallahu ‘alaihi wasallam:

 

قال الله تعالى: ﴿ سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ ﴾ [الإسراء: 1] 

 

"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba -Nya…." (QS.al-Isra':1)

 

Dan firman -Nya:

قال الله تعالى: ﴿ وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَداً ﴾ [الجن: 19] 

"Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah -Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak- mendesak mengerumuninya." (QS.al-Jin:19)

 



[1]Dalam naskah asli hanya sampai disini. Nama nabi-nabi turut dinukilkan karena itulah inti dari pendalilan yang dimaksud  -pent.

Previous article Next article
Website Muhammad Rasulullah saw.It's a beautiful day