Pendahuluan

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, serta semua sahabatnya. amma ba'du :


Setiap muslim dalam kehidupn ini menginginkan kebahagiaan rumah tangga. Siapa saja yang menghendakinya maka ia harus memperhatikan hadits-hadits ibunda kaum mukmin Aisyah radhiyallahu'anha yang membicarakan tentang pergaulan Nabi dengannya, dengan istri-istrinya, dengan para pembatunya, dengan orang terdekat dan yang jauh. Jika anda memperhatikannya maka anda akan mendapati Nabi r tidaklah meninggalkan suatu kesempatan pun melainkan memanfaatkannya untuk memasukkan perasaan senang bagi istrinya serta membahagiakannya dengan segala hal yang diperbolehkan.


Allah I berfirman :" Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah ". (QS. al-Ahzab : 21 ).


Syaikh Abdurrahman as-sa'di rahimahullah Berkata : ((…diantaranya : bahwa para Rasul adalah para pendidik, yang mana tidaklah orang mukmin mendapatkan secercah kebaikan dan terhalang dari sebutir keburukan melainkan karena usaha para Rasul dan sebab mereka. Maka buruklah jika orang mukmin tidak tahu tentang para pendidiknya, pembersihnya serta pengajarnya. Jika tidaklah masuk akal jika seseorang tidak tahu keadaan orang tuanya serta ia menjauh dari kondisi orang tuanya, bagaimana ( tidak masuk akal jika ia tidak tahu ) keadaan Rasulullah, orang yang paling diutamakan oleh orang mukmin daripada dirinya sendiri. Rasulullah adalah ayah mereka yang sebenarnya yang haknya di dahulukan diatas seluruh hak siapa pun setelah hak Allah ta'ala ?!)).


Rumah Nabi r tidak memiliki kamar yang banyak, dapur dan ruangan. Akan tetapi memiliki 9 ( Sembilan ) kamar untuk istrinya. Bangunan rumahnya dibuat dari pelepah kurma yang ditimpali tanah liat, sebagiannya terdiri dari batu-batu yang dipoles ( ditutupi tanah liat ), dan atapnya seluruhnya dari pelepah kurma.

Al-Hasan pernah berkata : " Aku pernah masuk ke rumah istri-istri Nabi r pada masa khilafah Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu dan aku bisa memegang atapnya dengan tanganku ". ([1])


Sungguh sebuah rumah yang sederhana, namun penuh dengan iman dan hikmah. Sedangkan hari ini anda bisa melihat di dalam rumah-rumah banyak sekali kondisi memprihatinkan, perselisihan rumah tangga, anak-anak uring-uringan dan lalai dari wirid-wirid dan ibadah-ibadah sunnah.


Dan ini sebuah catatan singkat tentang penjelasan petunjuk Nabi r bersama keluarganya, yang aku beri judul : " Beginilah Rasulullah Bersama Keluarganya ".


Kita memohon kepada Allah semoga memberikan manfaat bagi tulisan ini, dan bermanfaat bagi pembaca serta yang menyebarkannya kepada masyarakat.

Semoga shalawat dan salam tercurah bagi Nabi kita Muhammad r, keluarganya, serta para sahabatnya semuanya.



[1] At-Thabqat – Ibnu Saad ( 1/499 – 501 ), sirah Ibnu Katsir ( 2/ 274 ).

Next article