Cerita Istri Nabi Tentang Ibadah Beliau Serta Petunjuknya

 Dari Aisyah ia berkata : " Tidaklah Nabi lebih besar perhatiannya terhadap shalat sunnah daripada dua rakaat ( qabliyah ) shubuh ". ([1])

 

Dan dari Aisyah ia berkata : " Sesungguhnya Rasulullah pernah sampai pada waktu shubuh dalam keadaan masih junub, kemudian ia mandi dan berpuasa ". ([2])

 

Dari Aisyah ia berkata : " Rasulullah pernah mencium sebagian istrinya dalam kondisi berpuasa". Kemudian Aisyah tersenyum ". ([3])

 

Dari Aisyah ia berkata : " Rasulullah memperbanyak bacaan dalam ruku dan sujudnya : " Maha suci Engkau Ya Allah Ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, ya Allah ampunilah aku ". Sebagai tafsirannya terhadap al-Qur'an ([4]). ([5])

Dari Aisyah ia berkata : " Rasulullah jika junub, kemudian jika hendak makan atau tidur ia berwudhu seperti wudhu shalat ". ([6])

Dari Aisyah ia berkata : " Jika Rasulullah telah masuk 10 hari ( terkahir Ramadhan ), ia menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggang ". ([7])

 

Dari al-Qamah: aku berkata kepada Aisyah z: Apakah Rasulullah r mengkhususkan sesuatu pada hari-hari tertentu ?. Aisyah berkata : " Tidak, amal ibadahnya selalu kontinyu ( tidak terputus ). Kalian pun mampu ( melakukan ) sesuatu ( ibadah ) yang mampu dilakukan oleh Rasulullah ". ([8])

 

Dari Aisyah ia berkata : " Rasulullah r biasa berpuasa hingga kami menyangka beliau tidak berbuka; dan beliau berbuka hingga kami menyangka beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadlan. Dan aku juga tidak pernah melihat satu bulan yang beliau banyak berpuasa padanya kecuali Sya’baan ". ([9]).

 

Dari Maimunah binti Harits ia berkata : "Rasulullah jika melakukan sujud ia merenggangkan tangannya hingga orang yang ada di belakangnya bisa melihat Wadha ketiaknya ". ([10])

Waki' berkata : Wadha yaitu putih ketiaknya.

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu berkata : " Rasulullah tidak pergi untuk shalat Idul fitri kecuali terlebih dahulu makan beberapa butir kurma ".

Dan Murajja bin Roja berkata : " Dan ia memakan kurma dalam jumlah ganjil ". ([11])

 

 

Dari Aisyah ia berkata : " Nabi selalu berdzikir pada setiap waktunya ". ([12])



[1] HR. al-Bukhari (1169)

[2] HR. al-Bukhari (1926)

[3] HR. al-Bukhari (1927)

[4] Yakni tafsir dari surat an-Nashr : 3 {  فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ} (pent).

[5] Muttafaqun 'Alaihi.

[6] HR. Muslim (305)

[7] HR. Muslim (1174)

[8] HR. al-Bukhari (1987)

[9] HR. al-Bukhari (1969 ) dan Muslim ( 1156 ). Ini lafazh hadits al-Bukhari.

[10] HR. Muslim (497)

[11] HR. al-Bukhari (953)

[12] HR. Muslim (373)

 

Previous article Next article