1. Articles
  2. Kesyirikan Pada Kaumnya Nabi Musa alaihissalam
  3. Kesyirikan Pada Kaumnya Nabi Musa alaihissalam

Kesyirikan Pada Kaumnya Nabi Musa alaihissalam

3386 2014/09/10 2024/04/24

Segala puji hanya bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

     Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku juga bersaksi bahwasannya Nabi Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Amma Ba'du:

 

Nabi Musa 'alaihi sallam Bersama Kaumnya:

       Selanjutnya, setelah kisah sebelumnya menceritakan kaum-kaum sebelum nabi Musa maka urutan sejarah yang Allah sebutkan kepada kita ialah kisahnya nabi Musa 'alaihi sallam bersama Fir'aun.

       Dan sebelumnya telah kami sebutkan kisahnya nabi Yusuf 'alaihi sallam, manakala Allah memberi kekuasaan kepadanya di negeri Mesir. Dimana beliau memboyong kedua orang tuanya, saudara serta seluruh keluarganya ke kota Mesir.

       Lalu mereka tinggal di sana beberapa masa lamanya, hingga akhirnya mereka berkembang dan semakin banyak jumlah keturunannya, sehingga hal tersebut menjadikan Fir'aun merasa khawatir dengan jumlah mereka yang semakin banyak, maka dirinya mulai berbuat sewenang-wenang dengan menindas mereka, melecehkan kaum wanitanya sebagai pelayan dan menyembelih anak-anaknya, bahkan perilakunya bertambah menjadi-jadi dengan memperlakukan mereka tanpa belas kasihan dan mempekerjakan tanpa berperikemanusiaan, dan menjadikan sebagai tumbal-tumbal sihir, sebagaimana kejadian tersebut direkam secara gamblang oleh Allah ta'ala didalam firmanNya:

 

﴿ إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلَ أَهۡلَهَا شِيَعٗا يَسۡتَضۡعِفُ طَآئِفَةٗ مِّنۡهُمۡ يُذَبِّحُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَيَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٤ وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنَجۡعَلَهُمۡ أَئِمَّةٗ وَنَجۡعَلَهُمُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٥ وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنُرِيَ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنۡهُم مَّا كَانُواْ يَحۡذَرُونَ ٦ ﴾

[ القصص: 4-6 ]

 

"Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu".  (QS al-Qashash: 4-6).

 

       Dengan munculnya nabi Musa 'alaihi sallam bisa dianggap sebagai tonggak baru bagi peralihan kehidupan Bani Israil. Sebagaimana dimulainya pula permusuhan dan pertarungan dakwah dijalan Allah dan tauhid dengan ahli kebatilan, dan sebagai pahlawannya ialah nabi Musa dan Harun 'alaihima sallam.

      Adapun kisah yang akan kami sampaikan maka bukan untuk menjelaskan tentang kisah kelahiran Musa 'alaihi sallam dan Harun, serta perawatan Allah terhadap beliau ketika tinggal di kediaman musuhnya, demikian pula kami tidak akan menceritakan tentang rentan waktu-waktu tersebut, seperti ketika Musa membunuh lalu keluar dari kota Mesir, bukan ini yang akan kami ketengahkan dari sisi kehidupan yang pernah dijalani oleh nabi Musa 'alaihi sallam, namun, yang akan kami sampaikan lebih terfokus pada permulaan beliau didalam mengemban risalah kubra ini, sebagaimana dijelaskan oleh Allah didalam firmanNya:

 

﴿ وَأَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَبَّةٗ مِّنِّي وَلِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَيۡنِيٓ ٣٩﴾ [ طه: 39 ]

 

"Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku".  (QS Thahaa: 39).

 

                 Begitu juga seperti yang dikatakan oleh Allah didalam firmanNya:

 

﴿ وَٱصۡطَنَعۡتُكَ لِنَفۡسِي ٤١  ﴾ [ طه: 41 ]

 

"Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku (untuk menjadi seorang Rasul).  (QS Thahaa: 41).

 

Kajian kita lebih tertuju pada profil nabi Musa 'alaihi sallam beserta kesyirikan yang terjadi ditengah-tengah kaumnya, serta bagaimana solusi yang beliau berikan untuk menghadapi kaumnya tersebut.

 

 

Next article
Website Muhammad Rasulullah saw.It's a beautiful day